December 11th, 2008

cermin masa lalu

Bismillahirrahmanirrahim

 

Magrib ini aku berjalan menyusuri jalan setapak disamping salah satu univ swasta di depok. Sepanjang jalan, tampak ibu2x pekerja yang baru turun dari kereta jabotabek meramaikan jalan setapak itu... entah lah, tiba-tiba aku merasa betapa selama ini aku sering lupa atas segala nikmat yang aku terima.

Aku yang dulu.
Aku anak dari seorang guru SD dan pns pas-pasan di kampung ku. Kehidupan ortu ku gak lepas dari gali lubang tutup lubang. Ketika SMU entah nekat ato emang udah jalan hidupku, aku hijrah ke kota bogor. Untuk menghemat pengeluaran keluarga, aku menumpang di rumah kerabat mama. Uang bulanan ku saat itu 100rb/bulan kadang dikirim tidak tepat waktu. Uang sebesar itu harus cukup untuk makan pagi, makan siang, transport, buku, keperluan mandi, keperluan sekolah,spp, dll. Tidak ada tambahan dana untuk baju yang udah usang, sepatu yang udah usang, tas yang udah putus.
Tapi anehnya, barang-barang itu ternyata emang pada awet !!!! 3 tahun di SMU, sepatu, seragam sekolah, underwear, semua pada setia menemani. Padahal waktu smp dulu, hampir tiap semester aku HARUS beli seragam baru *krn ukurannya yg udah kekecilan*
dari hemat berbulan-bulan, alhamdulillah waktu smu aku bs dafar les bahasa inggris di LIA. tp harus kandas menjelang level IM 2 krn dah gak sanggup lg memotong2x pengeluaran sendiri.

Menjadi remaja yang kere, asli bikin aku gak gaul. Kamar ku ketika smu hanya berisi kasur, meja belajar, dan lemari. No radio, computer, apa lagi tivi. Aku gak tau gimana hebohnya ketika band kelas ku di wawancara di radio, aku gak pernah menonton film di bioskop, aku gak tau klo si a ternyata mengirimi ku lagu di radio. waktu senggang ku cuma ku isi dengan membaca buku2x pinjaman dari perpus sekolah. gratis dan menghibur.

Kondisi ku gak jauh berubah ketika kuliah, bedanya zaman kuliah ini ada tambahan masukan dari beasiswa PPA kampus, ngajar private siswa smu, dan jadi asdos lab.
Karena udah gak tinggal dengan keluarga ortu otomatis aku harus bener2x jago ngatur uang lg. kayaknya klo mo makan daging or minum jus, harus ada hitung2xannya dulu biar ttp bisa "hidup" sampe datang bulan baru. Makan berat cukup 2 kali, yang kadang bener2x berat karena beli yang porsinya banyak :D
untuk makan aja aku ada perhitungan mendalam, apa lg untuk belanja2x yg gak "penting" laennya.

saat itu dikamar ku sudah ada radio dan komputer. setidaknya aku bisa mendengar lagu-lagu dari 2 benda itu. Aku juga mulai banyak bergaul, tentunya gaulnya nyari yang gak pake duit, hihihi...

Aku sekarang.

ini lah aku. Hari ini aku dipusingkan dengan menyusun menu masakan untuk suami dan anakku. pusing bukan karena mahalnya harga daging ato sembako. tapi pusing mereka mau makan apa ya hari ini? harga bukan lg penghalang untuk makan saat ini.

Petang ini, aku berjalan dari salon menuju rumah ku. Pulang kerumah dalam kondisi yang fresh dan releks setelah memanjakan diri di salon. Sepanjang jalan aku berpapasan dengan ibu-ibu yang berwajah lelah karena baru turun dari KRL ekonomi jurusan jakarta-bogor. Dari wajah-wajah mereka seolah2x aku membaca "klo boleh memilih, kami ingin tidak bekerja seperti ini".

Dan, rasanya aku ingin menangis atas semua ini.
ya Rabb, tak pantas aku meminta lebih dari Mu...

Posted by vian199 at 08:40 PM | 2 Komentar
« Newer | Older »