Dengan nama Allah, Maha Pengasih, Maha Penyayang. Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.* Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.
[QS Al-Hujuurat 49:10-11]
Pesan :
Rendah hati, terkadang menjadi seorang yang beruntung kita akan sulit untuk merendah. Apalagi jika kita berhadapan dengan orang2 yang kurang beruntung, terkadang sengaja/tidak kita akan berusaha untuk meninggikan derajat kita di depannya dengan memamerkan kelebihan kita, entah harta kita, garis keturunan kita, pendidikan kita, bahkan (mudah2an tidak) keimanan kita.
Apa sih kelebihan yang kita miliki dibandingkan dengan orang lain ? Sebenarnya hampir tidak ada, hanya saja usaha2 terbaik kita selama ini mungkin sedang Allah wujudkan saat ini, apakah saudara2 kita yang sedang tidak beruntung itu dalam keadaan yang buruk ? Belum tentu, sebab boleh jadi rezeki mereka tertahan oleh Allah, karena Allah mempunyai rencana baik lainnya buat mereka.
Ingatlah, segala sesuatunya pasti ada campur tangan Allah. Janganlah kita merasa terus di "atas" dan merasa sombong, karena kelebihan yang kita miliki adalah karena Allah menghendaki, maka teruslah kita bersikap seperti padi, makin berisi, makin merunduk. Namun, bedakan antara rendah hati dan rendah diri, sebab orang yang rendah hati tidak akan mendzalimi dirinya sendiri, dan terus merasa optimis akan hidupnya.
Tambahan :
Pada ayat tersebut ada larangan untuk mencela dirimu sendiri. Memang diri ini penuh dengan kekurangan dan kelemahan. Tapi janganlah semua itu mendominasi diri kita. Berusahalah secara maksimal untuk mengatasi segala kekurangan dan kelemahan yang kita miliki. Karena Allah telah memuliakan kita, apabila kita berusaha bertaqwa padanya.